Sekilas Rasa

Dalam senyap sore yang tak terencana,
kulihat wajahmu, seperti luka lama sembuh seketika.
Belum kutahu namamu,
tapi hatiku seakan sudah hafal langkahmu.

Kau datang seperti angin tanpa salam,
membawa harap tanpa alasan yang dalam.
Baru sekejap mata beradu,
tapi rasaku sudah jauh melaju.

Apa cinta harus lama tinggal untuk tumbuh?
Ataukah cukup satu senyum dan hati luluh?
Aku pria biasa, tanpa puisi dan bunga,
tapi hari ini, aku penyair yang jatuh cinta.

Mungkin kau akan pergi tanpa tahu,
bahwa hari ini, hatiku jatuh padamu.
Tapi biarlah, walau hanya sesaat berjumpa,
namamu kini tinggal di dadaku tanpa jeda.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onceview