Postingan

Hari Istimewa

Setiap namamu disebut Senyumku selalu merekah karenanya Seolah, kaulah hari raya istimewa  Dan yang lain hanya hari biasa 

Onceview

Hai Nona, apakah kau tahu, Dengan pesan sekali lihatmu kau menyiksaku? Apa kau tidak berpikir, Mana mungkin keindahan akan aku lihat hanya sekali pandang saja. Tolonglah nona, mari bekerjasamalah, Jangan membuat aku berfikir beribu kali Hanya untuk membuka pesan sekali lihatmu. Jangan buat aku menetap, memandang keindahan sekali lihatmu Dengan rasa takut untuk menutupnya.

Bicara Denganmu

Ajak aku berdiskusi tentang apapun  Tentang, mengapa tukang sate selalu mengipasi satenya sedangkan dia sendiri kepanasan Tentang, mengapa banyak orang suka mengaduk bubur ayamnya sedangkan bisa dimakan langsung  Tentang, mengapa aku lebih suka tidur yang ketiduran dibandingkan tidur yang direncanakan  Tentang, mengapa pelangi ada hanya setelah hujan  Atau mungkin tentang, mengapa bumi itu bulat  Aku hanya ingin bicara denganmu, berbincang tentang hal apapun.  Dari semua yang telah ku tuliskan untukmu  Intinya, aku butuh kamu Jika memang ada yang menggangumu atau mungkin membuatmu merasa tidak nyaman Bicaralah kepadaku Jika memang kau harus pergi lalu menghilang ditelan kegelapan  Maka izinkan aku menyalakan obor untukmu

Hidup

Aku telah  hidup kembali  setelahnya. Bersama cinta. Dan tentu saja Bukan denganmu. Terimakasih.

Buta

Pada akhirnya, kita sama-sama buta Kau tak melihatku , Dan aku tidak melihat selain dirimu .

Memanen Rindu

Inginku panen rindu yang telah ku tanam ini dari kedua bibirmu yang konon katany indah bahkan lebih manis sekedar madu juga gula batu