Masih Ada Namamu

Waktu berjalan tanpa jejak yang pasti,aku tetap diam, kau pun pergi.Tak ada kata, tak ada sapa, hanya kenangan di ujung mata.

Hari-hari berlalu seperti angin gugur,
rasa itu kupendam, kubiarkan hancur.
Kupikir hanya sesaat, cinta yang fana,
karena kita tak pernah bicara apa-apa.

Namun takdir lucu, kadang bermain diam-diam, aku melihatmu lagi di sudut ruangan itu. Kau masih sama, meski waktu telah lewat, dan jantungku berdetak, cepat.

Kau tersenyum pada angin, bukan padaku,
tapi rasanya seperti dulu.
Rasa yang kupikir telah padam,
tumbuh lagi, tanpa aku bisa menahan.

Kita tetap asing, tak ada salam,
tapi hatiku ribut, hatiku bising,
seolah berkata: “Lihat, dia datang.”
Dan aku kembali diam,
jatuh cinta untuk kedua kalinya,
tanpa kata, tanpa suara,
tapi penuh rasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onceview