Di Antara Dia Diam
Kau datang lagi seperti hujan bulan lalu,
membasahi hati yang kupikir telah kering selalu.
Tapi kini aku tak bebas seperti dulu,
ada tangan lain yang sedang kugenggam—walau ragu.
Kau dan aku, tak pernah saling bicara,
tapi kenapa rasamu begitu nyata?
Setiap tatap yang tak sengaja singgah,
meninggalkan tanya yang tak bisa aku abaikan begitu saja.
Aku terjebak dalam sunyi yang bercabang,
antara setia dan perasaan yang datang terang-terangan.
Bagaimana caranya mencintai tanpa mengkhianati?
Bagaimana menepis rasa yang tak kuminta ini?
Dia tahu tentang duka dan bahagiaku,
ia setia, hadir di hari-hariku.
Tapi mengapa hatiku masih mencari kamu?
Yang bahkan tak pernah menyapaku?
Bingung ini jadi doa yang tak selesai,
kupendam dalam malam yang memeluk resah dan keluh.
Kalau cinta adalah pilihan,
mengapa hati kadang memilih yang tak boleh disentuh?
Kini aku berdiri di antara dua diam,
yang satu kupegang, yang satu kuimpikan.
Dan entah harus melangkah ke mana,
ketika setiap langkah terasa salah semua.
Komentar
Posting Komentar