Bukan Pilihan

Telah lama kuperam rasa ini dalam sunyi,
berharap waktu menyembuhkan, tapi ia hanya menguji.
Dia, yang setia dalam tiap langkahku,
tapi mengapa hatiku tetap berlari padamu?

Aku mencoba jujur pada cermin setiap pagi,
mencari alasan mengapa bayangmu masih tinggal di hati.
Dan pagi itu, aku sadar sesuatu yang tak bisa kubantah:
kau bukan sekadar pilihan—kau adalah arah.

Bukan karena dia kurang cinta, bukan pula karena kau lebih indah rupa.
Tapi karena saat kulihatmu, aku merasa... seutuhnya aku.

Tak perlu kita bicara panjang, diam-diammu saja sudah membuatku tenang.
Dan dari semua tanya yang menghantuiku selama ini, satu jawaban muncul paling pasti:

Kau tak pantas jadi pilihan kedua,
karena dari awal kau bukan sekadar “jika”.
Kau adalah sebab kenapa hatiku resah,
dan jawaban yang tak butuh banyak kata.

Maka hari ini, kutinggalkan yang lama,
dengan luka, tapi tanpa dusta.
Karena mencintaimu bukan soal mengganti,
tapi memilih yang seharusnya sejak hari pertama hati ini tahu kau bukan pilihan,
kau tujuan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onceview