BUKU HARIANMU

Jangan pernah takut jika aku akan meninggalkanmu, lalu kita berakhir nestapa 

karna sejatinya lembah diantara dua ancala tak selalu menyeramkan, mungkin ia menyimpan keindahan yang kau dan aku tak dapat menduga 

Tak apa jika kau mau menjadikanku buku harianmu, yang selalu kau isi dengan luka dan keluh kesahmu

Inginku, kau bertanya tentang bagaimana persaanku, namun aku kembali harus sadar diri. Karna sejatinya  buku harian bukanlah untuk dimengerti, melainkan tempat untuk lari lalu bersembunyi

Kau bebas menuliskan apapun yang ingin kau tulis pada lembaranku

Bahkan jika kau ingin merobek lembaran demi lembaran yang ada pada buku harianmu ini tuk meluapkan kesalmu, tak apa robeklah. Aku akan dengan sukarela menerima

Aku pun akan setia menemani, menjadi pemeran pengganti untuk meredakan malam-malam mu yang muram

Namun ingatlah, buku harianmu memiliki batas lembaran akhir

Biarlah dilembaran akhir itu, kau bercerita tentang kenangan di hari hari indahmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Onceview